Muhammad, Muhammad (2025) ASUHAN KEPERAWATAN PENERAPAN TERAPI PIJAT COMMON COLD PADA ANAK J TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA ACUTE NASOPHARYNGITIS DI PUSKESMAS SUNGAI RENGAS KUBURAYA. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (817kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (520kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (843kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (698kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (626kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (398kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (506kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (499kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (609kB)
KIA_Muhammad_Revisi - - .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang: Acute nasopharyngitis atau common cold merupakan infeksi virus saluran pernapasan atas yang banyak terjadi pada anak-anak. Gejala utama berupa batuk, pilek, demam ringan, dan gangguan tidur sering menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret. Di Kabupaten Kubu Raya, kasus batuk pilek pada balita masih tinggi, sehingga diperlukan intervensi efektif, termasuk pendekatan nonfarmakologis seperti pijat common cold yang terbukti mampu meredakan gejala, meningkatkan drainase mukus, dan memperbaiki pola napas.
Tujuan penelitian: Menganalisis asuhan keperawatan pada anak dengan acute nasopharyngitis yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif melalui intervensi pijat common cold.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan studi kasus pada An. J usia 7 tahun 10 bulan dengan diagnosa medis acute nasopharyngitis di Puskesmas Sungai Rengas. Intervensi pijat common cold dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20–30 menit, dilengkapi tindakan keperawatan standar seperti manajemen jalan napas, pemantauan tanda vital, dan edukasi keluarga. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP.
Hasil penelitian : Setelah intervensi, klien menunjukkan perbaikan: produksi sekret menurun, batuk menjadi lebih efektif, ronki berkurang, suhu tubuh turun dari 38,5°C menjadi 36,7°C, serta kualitas tidur membaik.
Kesimpulan: Terapi pijat common cold efektif sebagai intervensi komplementer dalam meningkatkan bersihan jalan napas, mempercepat pemulihan, dan mendukung asuhan keperawatan anak dengan acute nasopharyngitis.
Kata kunci: Acute nasopharyngitis, common cold, pijat, bersihan jalan napas, keperawatan
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 28 Dec 2025 14:44 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 08:12 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/80 |
