Winarti, Juniar (2025) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. K DENGAN PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGIUS DZIKIR TERHADAP MASALAH HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG ENGGANG RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (332kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (260kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (377kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (389kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (215kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (283kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
KIAN AKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak dijumpai pada pasien skizofrenia. Dari kasus halusinasi yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, halusinasi pendengaran menjadi keluhan yang paling banyak diderita oleh pasien, yaitu sebesar 89% dari total pasien rawat inap. Salah satu jenis psikoterapi yang dapat dilakukan pada pasien halusinasi adalah psikoterapi dengan menggunakan pendekatan religius atau keagamaan yang dikenal sebagai psikoreligius. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan terapi psikoreligius dzikir pada Tn. K dengan halusinasi pendengaran di Ruang Enggang Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode studi analisis kasus, subyek yang digunakan adalah 1 pasien dengan halusinasi pendengaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil studi analisis kasus ini menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan kepada pasien selama 4 hari di ruang Enggang Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, dengan intervensi terapi psikoreligius dzikir, menunjukkan bahwa tanda dan gejala halusinasi menurun yang dibuktikan dengan skor AHRS menjadi 10 dan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi menunjukkan skor 3. Diharapkan Rumah Sakit Jiwa dapat secara resmi memasukkan terapi psikoreligius dzikir sebagai salah satu intervensi non farmakologis rutin dalam penanganan pasien dengan halusinasi pendengaran.
Kata Kunci: Halusinasi pendengaran, Psikoreligius Dzikir
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Dec 2025 15:37 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 06:25 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/75 |
