Warisma, Ari HUBUNGAN STIGMA DAN SIKAP KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (476kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (341kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (390kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (488kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (461kB)
BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (427kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
SKRIPSI ARI WARISMAN LENGKAP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang : Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang signifikan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Meskipun pengobatan farmakologis telah mengalami kemajuan pesat, kekambuhan tetap menjadi masalah utama dalam pengelolaan skizofrenia. Penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial, seperti dukungan keluarga, memiliki peran penting dalam mencegah kekambuhan. Namun, stigma yang terkait dengan penyakit mental seringkali menghambat keluarga dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan. Kekambuhan tidak hanya berdampak pada individu penderita, tetapi juga menimbulkan beban sosial yang signifikan bagi keluarga, komunitas, dan sistem kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara stigma dan sikap keluarga dengan risiko kekambuhan pada pasien skizofrenia.
Tujuan : Untuk menganalisis hubungan antara stigma dan sikap keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga dan pasien yang berkunjung ke poliklinik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah rata-rata kunjungan pasien sejak Januari hingga Maret 2024 berjumlah 620 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square Test.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan stigma dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,03), ada hubungan sikap keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia (p = 0,01).
Kesimpulan : Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stigma yang dialami pasien dan sikap negatif keluarga dengan kejadian kekambuhan. Semakin tinggi stigma yang dirasakan pasien dan semakin negatif sikap keluarga, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya kekambuhan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi yang bertujuan untuk mengurangi stigma dan meningkatkan dukungan keluarga bagi pasien skizofrenia.
Kata Kunci : Stigma, Sikap Keluarga, Kekambuhan
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Dec 2025 08:08 |
| Last Modified: | 27 Dec 2025 08:08 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/56 |
