Nopiandri, Ade ANALISIS PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGIUS: MEMBACA AL-QURAN TERHADAP TANDA DAN GEJALA HALUSINASI PADA Tn.H DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (317kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (256kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (409kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (325kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (238kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (132kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (133kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
KIAN ADE NOPIANDRI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa kompleks yang sering ditandai oleh halusinasi pendengaran. Dampak dari halusinasi dapat menyebabkan isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terapi psikoreligius melalui pembacaan Al-Qur'an diyakini dapat menjadi intervensi komplementer untuk meningkatkan kontrol gejala dan kesejahteraan spiritual pasien. Tujuan: Menganalisis penerapan terapi psikoreligius membaca Al-Quran terhadap tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada Tn. H. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus, yang berfokus pada Tn.H selama lima hari. Pendekatan intervensi menggabungkan strategi keperawatan generalis dengan empat sesi terapi psikoreligius. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi tanda dan gejala, dan skor halusinasi dengan menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil: Pengkajian awal menunjukkan Tn. H mengalami halusinasi pendengaran pada fase controlling, dengan skor AHRS 22 (kategori sedang). Setelah pemberian intervensi generalis dan terapi psikoreligius, pasien menunjukkan peningkatan perilaku kooperatif dan kemampuan mengontrol halusinasi yang signifikan. Skor AHRS akhir menurun drastis menjadi 10 (kategori ringan), ini menunjukkan selisih penurunan skor AHRS sebesar 12 poin, atau setara dengan penurunan gejala sebesar 54,54%. Demikian pula, skor hasil observasi tanda dan gejala menunjukkan penurunan skor sebesar 8 poin. Kesimpulan: Terapi psikoreligius membaca Al-Quran efektif dalam menurunkan tanda dan gejala serta meningkatkan kemampuan kontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Kombinasi intervensi generalis dan spiritual ini berkontribusi pada hasil klinis yang positif.
Kata Kunci: Halusinasi, Terapi psikoreligius: Membaca Al-Quran, Asuhan keperawatan jiwa.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 26 Dec 2025 05:06 |
| Last Modified: | 26 Dec 2025 05:06 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/45 |
