Rosini, Rosini (2025) ANALISIS PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK BATANG. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
BAB I.pdf - Published Version
Download (216kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (436kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (383kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
COVER 2.pdf - Published Version
Download (337kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (238kB)
ROSINI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (848kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (377kB)
LEMBAR REVISI KIA ROSINI-2.pdf - Published Version
Download (240kB)
Abstract
Lanjut usia mulai mengalami penurunan fungsi salah satunya pada sistem peredaran darah. Penurunan elastisitas dinding pembuluh darah dapat meyebabkan peningkatan tekanan darah. Salah satu upaya penanganan untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi relaksasi otot progresif, terapi ini bertujuan untuk memunculkan respon relaksasi yang dapat merangsang aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis sehingga terjadi penurunan tekanan darah pada lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Teluk Batang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus yang berorientasi pada proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengkajian keperawatan, SOP terapi relaksasi otot progresif, dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari pada pasien terjadi penurunan tekanan darah yaitu 160/100 mmHg menjadi 145/90 mmHg, penurunan intensitas nyeri yaitu skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan), dan penurunan skor kecemasan yaitu skor 26 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak ada kecemasan). Dengan demikian, penerapan terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengatasi masalah keperawatan pada lansia dengan hipertensi.
Kata kunci : asuhan keperawatan, hipertensi, terapi relaksasi otot progresif.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 01:32 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 13:28 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/20 |
