ANALISIS PENERAPAN TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) PADA TN.H DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG BERINGIN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Setiyawan, Deni ANALISIS PENERAPAN TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) PADA TN.H DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG BERINGIN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.

[thumbnail of COVER 2.pdf] Text
COVER 2.pdf - Published Version

Download (280kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (230kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (405kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (361kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (317kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (237kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (203kB)
[thumbnail of LEMBAR KONSULTASI.pdf] Text
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version

Download (200kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (814kB)
[thumbnail of KIA Full Text.pdf] Text
KIA Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Perilaku kekerasan merupakan salah satu manifestasi yang ditimbulkan oleh gangguan skizofrenia, dimana terdapat 60% dari 2,5 juta penderita skizofrenia di Indonesia mengalami perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan merupakan suatu kondisi dimana seseorang pernah mengalami kondisi amuk dan harus mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari upaya mencederai dirinya sendiri, orang lain ataupun lingkungan. Pendekatan yang bisa dilakukan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan diantaranya terapi psikofarmakologi, terapi somatik dan terapi modalitas yang mana termasuk didalamnya adalah terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat diimplementasikan untuk mengontrol dan menurunkan tanda dan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan adalah terapi SEFT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan dengan penerapan terapi SEFT di ruang Beringin Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode studi analisis kasus yang dilakukan pada Tn.H, dengan melalui proses wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Intervensi yang diterapkan meliputi terapi generalis dan terapi SEFT yang dilaksanakan selama 5 hari, kemudian dilakukan observasi terhadap kemampuan mengontrol serta perubahan tanda dan gejala dari risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah tindakan diberikan. Setelah melaksanakan asuhan keperawatan, maka dilakukan telaah antara teori dan kasus yang terjadi dilapangan. Kesimpulan: Hasil penerapan terapi SEFT didapatkan bahwa pasien mampu mengontrol dan terjadinya penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Rekomendasi: Diharapkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan agar menjadikan terapi SEFT sebagai salah satu pilihan intervensi non-farmakologis dalam menangani pasien dengan risiko perilaku kekerasan.
Kata Kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Kontrol Marah, Terapi SEFT

Item Type: Article
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Depositing User: Administrator Stikes Yarsi
Date Deposited: 27 Dec 2025 14:54
Last Modified: 27 Dec 2025 14:54
URI: https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/70

Actions (login required)

View Item
View Item