Zulfikri, Agus ANALISIS PENERAPAN TERAPI OKUPASI BERKEBUN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (259kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (92kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (102kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (166kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (161kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (70kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
KIAN Komplit Revisi Final.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang: Sebanyak 24 juta orang dari total jumlah penduduk dunia mengalami skizofrenia. Harga diri rendah kronis merupakan gejala negatif yang sering muncul sebagai gejala sisa dari skizofrenia tersebut. Masalah ini ditandai dengan perasaan tidak berharga dan menarik diri dari interaksi sosial. Terapi okupasi berkebun merupakan salah satu bentuk intervensi terapeutik non farmakologis yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri individu melalui pelibatan aktif dalam aktivitas bercocok tanam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi berkebun dalam meningkatkan nilai harga diri pada Tn.S. Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat selama lima hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan evidence-based nursing. Hasil: Menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan skor harga diri yang diukur menggunakan kuesioner Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES) dengan nilai pretest awal adalah 8 meningkat menjadi 18 setelah posttest. Hasil ini juga disertai dengan keikutsertaan pasien secara aktif dalam aktivitas berkebun dan meningkatnya interaksi sosial. Kesimpulan: Terapi okupasi berkebun terbukti efektif dalam membantu meningkatkan harga diri pasien dengan gangguan jiwa dengan peningkatan nilai RSES. Rekomendasi: Terapi okupasi berkebun dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi non farmakologis yang rutin dilakukan dalam penanganan pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah kronis.
Kata kunci: Harga diri rendah kronis, skizofrenia, terapi berkebun, terapi okupasi
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Dec 2025 14:15 |
| Last Modified: | 27 Dec 2025 14:15 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/66 |
