Pariati, Pariati (2024) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. M DENGAN TEHNIK RELAKSASI TARIK NAFAS DALAM TERHADAP NYERI AKUT POST OPERASI FRAKTUR HUMERUS DEXTRA DI RUANG ENGGANG GADINGRSUD DR SOEDARSO PONTIANAK. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (799kB)
BAB I final.pdf - Published Version
Download (139kB)
BAB II final.pdf - Published Version
Download (628kB)
BAB III final.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (485kB)
BAB IV final.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
BAB V final.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (112kB)
DAFTAR PUSTAKA final.pdf - Published Version
Download (118kB)
LEMBAR KONSULTASI final.pdf - Published Version
Download (116kB)
lampiran sop kia final.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (673kB)
KIAN PARIATI revisi selesai sidang.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Pada pasien fraktur, masalah utama yang sering ditemukan adalah nyeri akut. Nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan dari pengalaman personal dan subjektivitas seseorang salah satunya adalah kerusakan jaringan yang berkaitan dengan tanda peringatan (Alimul, 2012 dalam Butu, 2018). Menurut Esteve, 2017 dalam Butu, 2018 menyatakan bahwa nyeri seringkali mengganggu aktivitas pasien serta mengubah cara pasien dalam beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia keperawatan ada manajemen nyeri yang memiliki dua tindakan yaitu non-farmakologi dan farmakologi, berguna untuk menghilangkan nyeri sedikit demi sedikit (Pratintya, 2014 ; Butu, 2018). Pengurangan nyeri dengan cara farmakologi adanya pemberian analgesik dengan dosis tertentu. Sedangkan pada terapi non farmakologi terdapat terapi distraksi relaksasi. Distraksi merupakan menenangkan diri dengan mengalihkan perhatian seperti menonton televisi, mendengarkan musik, dan sebagainya. Relaksasi merupakan melemaskan otot otot pada tubuh sehingga reseptor nyeri menjari lentur dan berkurang, dengan cara melakukan tarik nafas dalam dengan teknik yang tepat secara berulang diyakini efektif dalam menanggani nyeri pada pasien fraktur. Tujuan: Memberikan gambaran asuhan keperawatan gangguan Nyeri akut Post Operasi Fraktur Humerus Dekstra pada Tn. M di ruang Enggang Gading RSUD DR Soedarso Pontianak. Metode: Metode penelitian dengan cara pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari. Responden penelitian ini yaitu pasien yang mengalami Post operasi fraktur humerus. Hasil: Setelah diberikan intervensi keperawatan dua masalah keperawatan pada Tn. M yaitu Nyeri Akut dan Gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian, sedangkan resiko infeksi tidak terjadi. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang dilakukan merupakan tindakan mandiri perawat maupun tindakan kolaborasi sesuai dengan SIKI dan SLKI tahun 2017 yang dikeluarkan oleh PPNI terbukti efektif mengurangi nyeri dan mencegah infeksi Kata kunci: Fraktur humerus, Nyeri, Relaksasi Tarik Nafas Dalam,
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 08 Feb 2026 16:40 |
| Last Modified: | 08 Feb 2026 16:40 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/518 |
