Awaliyah, Tuty (2024) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. A DENGAN TINDAKAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG HCU RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
KIA-Tuty Awaliyah-Cover Dalam,Persetujuan,Pengesahan,dll - Copy.pdf - Published Version
Download (397kB)
KIA-Tuty Awaliyah-BAB I.pdf - Published Version
Download (156kB)
KIA-Tuty Awaliyah-BAB II.pdf - Published Version
Download (529kB)
KIA-Tuty Awaliyah-BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
KIA-Tuty Awaliyah-BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
KIA-Tuty Awaliyah-BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (94kB)
KIA-Tuty Awaliyah-Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (134kB)
KIA-Tuty Awaliyah-Lembar Konsultasi.pdf - Published Version
Download (119kB)
KIA-Tuty Awaliyah-Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (854kB)
KIA-Tuty Awaliyah-Soft File.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar belakang: Stroke non hemoragik merupakan penyakit gangguan sistem persyarafan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan dalam pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya suplai darah ke otak. Setiap tahunnya penyakit stroke mengalami peningkatan, sebanyak 90% penderita stoke mengalami kelemahan otot ataupun kelumpuhan, Masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien stroke adalah gangguan mobilitas fisik. Salah satu tindakan mandiri perawat untuk mengatasi masalah kelemahan otot pada anggota gerak penderita pada pasien Stroke Non Hemoragik yaitu Latihan Range Of Motion (ROM). ROM harus dilakukan sedini mungkin setelah pasien terkena stroke dan waktu pelaksanaannya minimal 4 minggu. Alasan harus dilakukan sedini mungkin agar pasien terhindar dari depresi, meningkatkan kualitas hidup dan agar tidak muncul komplikasi stroke (seperti kontraktur), juga untuk memperbaiki pernapasan, sirkulasi dari peredaran darah serta dapat berperan maksimal dalam perawatan diri. (Syahrim, et all 2019) mengatakan bahwa latihan ROM sangat efektif meningkatkan kekuatan otot, pemberian latihan dilakukan minimal 2x setiap hari pada pagi dan sore selama 15 sampai 35 menit lalu diulang 4x, minimal 4 minggu latiha Tujuan penulisan: untuk menganalisis hasil latihan ROM pada pasien yang mengalami gangguan kebutuhan mobilitas fisik di ruangan HCU RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode: Desain studi kasus ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta dokumentasi. Subyek studi kasus ini adalah seorang pasien stroke non hemoragik yang memiliki masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Teknik pengambilan data dengan cara observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik selama 3 hari di ruang HCU RSUD dr. Soedarso Pontianak. Kesimpulannya: setelah melakukan implementasi Range Of Motion (ROM) Pasif selama 3 hari didapatkan hasil belum terjadi peningkatan perubahan nilai kekuatan otot pada Tn.A. Kata Kunci : gangguan mobilitas fisik, stroke non hemoragik, range of motion
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 08 Feb 2026 16:32 |
| Last Modified: | 08 Feb 2026 16:32 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/517 |
