Purnamasari, Sri PENERAPAN MIRROR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA YANG MENGALAMI GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI PUSKESMAS KUBU KABUPATEN KUBU RAYA. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER 2.pdf - Published Version
Download (341kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (258kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (529kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (543kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (245kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (201kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (171kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
KIA SRI PURNAMASARI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pendahuluan: Stroke merupakan penyebab utama disabilitas dan penyebab kematian kedua di Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi di Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 70–80% pasien pasca-stroke mengalami hemiparesis yang berdampak serius terhadap kualitas hidup lansia akibat keterbatasan mobilitas fisik. Perawatan pasca-stroke membutuhkan intervensi rehabilitasi sederhana, efektif, dan berbasis bukti. Mirror Therapy terbukti mampu meningkatkan kekuatan otot melalui stimulasi visual dan neuroplastisitas. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapan Mirror Therapy dalam meningkatkan kekuatan otot pada lansia pasca-stroke dengan gangguan mobilitas fisik di wilayah kerja Puskesmas Kubu. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus pada satu responden dengan penerapan evidence based nursing practice. Intervensi dilakukan selama tujuh hari (16–23 Juni 2025) dengan empat kali kunjungan menggunakan pendekatan SOAP. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan kekuatan otot dari MMT 3/5 menjadi 4/5, serta peningkatan rentang gerak fleksi dari 20° menjadi 30°. Klien juga menunjukkan perbaikan pola komunikasi meskipun masih mengalami afasia dan disartria ringan, serta mulai patuh dalam melakukan perawatan diri dengan bantuan keluarga. Secara keseluruhan, Mirror Therapy terbukti memberikan progres positif pada mobilitas fisik meski kemandirian penuh belum tercapai. Kesimpulan: Mirror Therapy efektif diterapkan pada lansia pasca-stroke dengan hemiparesis ringan. Rekomendasi: Pelaksanaan terapi perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan keluarga serta kolaborasi multidisiplin dengan fisioterapis, okupasi terapis, dan tim rehabilitasi medik untuk mengoptimalkan pemulihan fungsi motorik.
Kata Kunci : Lansia, Mirror Therapy, Pasca-stroke
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 26 Dec 2025 05:36 |
| Last Modified: | 26 Dec 2025 05:36 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/51 |
