Wahyuni, Harni (2023) ANALISIS PENERAPAN DIAFRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNGKAT TAHUN 2023. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER DALAM, LEMBAR PERSETUJUAN, PENGESAHAN, DLL-891221021.pdf
Download (1MB)
BAB I-891221021.pdf
Download (541kB)
BAB II-891221021.pdf
Download (1MB)
BAB III-891221021.pdf
Download (394kB)
BAB IV-891221021.pdf
Download (309kB)
BAB V-891221021.pdf
Download (260kB)
DAFTAR PUSTAKA-891221021.pdf
Download (423kB)
revisi harni.pdf
Download (8MB)
Abstract
Asma adalah gangguan inflamasi kronik pada jalan nafas, inflamasi kronik ini dapat menyebabkan peningkatan hiperresponsif jalan nafas yang ditandai dengan wheezing, sulit bernafas, dada terasa berat (dada sesak) dan batuk, terutama terjadi pada malam hari atau menjelang pagi (Lewis, Heitkemper, Dirksen, O’brien & Bucher, 2016). Sesak nafas pada pasien asma dapat berkurang melalui terapi farmakologi dan terapi non farmakologi diantaranya ialah Diafragmatic Breathing Exercise. Terapi non farmakologis yang umumnya digunakan untuk pengelolaan asma adalah dengan melakukan terapi pernapasan. Terapi pernapasan bertujuan untuk melatih cara bernapas yang benar, melenturkan dan memperkuat otot pernapasan, melatih ekspektorasi yang efektif, meningkatkan sirkulasi, mempercepat dan mempertahankan pengontrolan asma yang ditandai dengan penurunan gejala dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderitanya. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Bagaimana Analisis Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Intervensi Keperawatan Diafragmatic Breathing Exercise Untuk Mengurangi Sesak Nafas Pasien. Metode Karya Ilmiah yaitu menganalisis asuhan keperawatan melalui Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi Keperawatan, Implementasi Keperawatan dan Evaluasi Keperawatan. Pasien yang diambil pada kasus berjumlah 1 orang yang menjalani perawatan di Puskesmas Ngabang. Hasil Pada Kasus yaitu evaluasi dari tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari didapatkan hasil yaitu diagnosa Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan bronkospasme, Bersihan jalan nafas tidak efektif, Gangguan Pola Tidur, ketiga Diagnosa yang di angkat pada hari ke tiga implemtasi semua tertasi Kesimpulan adalah Penerapan terapi non farmakologis yaitu Diafragmatic Breathing Exercise saat dirumah dapat membantu mengurangi sesak yang di alami klien. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat lebih meningkatkan intervensi keperawatan dan disarankan bagi keluarga untuk selalu memberi motivasi dan mendampingi pasien yang menderita Asma dengan melakukan terapi non farmakologis terapi Diafragmatic Breathing Exercise. Daftar Bacaan : 22 (2014 2021) Kata Kunci : Terapi Diafragmatic Breathing Exercise, Mengurangi Sesak Nafas. Keterangan : 1) Peneliti, 2) Pembimbing
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 14:19 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 14:19 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/403 |
