Nasut, Nasut HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP RIWAYAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
BAB I.pdf - Published Version
Download (240kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (246kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (260kB)
BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (216kB)
COVER 2.pdf - Published Version
Download (303kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (194kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (487kB)
LEMBAR KONSULTASI SKRIPSI NASUT 23_AGST_2024.pdf - Published Version
Download (123kB)
SKRIPSI NASUT 23_AGUST_2024.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (807kB)
Abstract
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Diketahui rendahnya pengetahuan dan peran PMO beresiko meningkatkan ketidakpatuhan minum obat pasien TB paru. Tujuan : Mengidentifiaksi hubungan pengetahuan dan peran pengawas menelan obat (PMO) terhadap Riwayat kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu 32 orang PMO di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan PMO, peran PMO dan MMAS-8 dengan uji statistik menggunakan uji Spearman-rank. Hasil : Hasil didapatkan karakteristik PMO berdasarkan usia yaitu 35,12 tahun, jenis kelamin terbanyak perempuan (71,9%) dan pendidikan terbanyak SD (50%). Pengetahuan PMO terbanyak yaitu pengetahuan cukup (71,9%), peran PMO terbanyak yaitu mendukung (59,4%) dan riwayat kepatuhan minum obat yaitu kepatuhan sedang (62,5%). Hasil uji Spearman-rank didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05)yang berarti ada hubungan pengetahuan dan peran PMO dengan riwayat kepatuhan minum obat pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,644 dan 0,582 yang berarti ada korelasi kuat dan sedang antara pengetahuan dan peran PMO dalam meningkatkan kepatuhan minum OAT.Kesimpulan : Penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan peran PMO dengan riwayat kepatuhan minum obat pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga, dimana semakin baik pengetahuan dan peran seseorang maka semakin meningkatkan kepatuhan minum obat. Diharapkan dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat TB paru. Kata Kunci : Pengetahuan, Peran, Kepatuhan, Tuberkulosis Paru
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 15:58 |
| Last Modified: | 25 Dec 2025 14:33 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/39 |
