Nurila, Nurila (2022) ANALISIS PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI REBUSAN AIR KETUMBAR PADA PASIEN YANG MENGALAMI GANGGUAN PERFUSI JARINGAN SEREBRAL SISTEM KARDIOVASKULAR; HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS SUI AMBAWANG. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
BAB I.pdf - Published Version
Download (271kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (390kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (284kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
DAPUS.pdf - Published Version
Download (215kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
Nurila.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (608kB)
COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (313kB)
Abstract
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistoliklebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Penyakit hipertensi yang tidak terkontrol akan dapat menyebabkan organ tubuh menjadi rusak. Kerusakan tersebut dapat menyerang fungsi-fungsi otak, ginjal, mata dan bahkan dapat mengakibatkan kelumpuhan organ-organ gerak. Rata-rata penderita hipertensi merasa tidak nyaman saat tekanan darah meningkat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang menurunkan tekanan darah yaitu terapi rebusan ketumbar. Biji ketumbar juga mengandung berbagai macam mineral. Mineral yang banyak terkandung pada biji ketumbar adalah kalsium, fosfor, magnesium, potasium, dan besi. Kalsium selain berperan sebagai mineral tulang, juga berperan menjaga tekanan darah agar tetap normal. KIAN ini bertujuan menganalisis hasil penerapan Asuhan Keperawatan dengan intervensi Rebusan Air Ketumbar pada pasien yang mengalami Gangguan Perfusi Jaringan Serebral Sistem Kardiovaskular; Hipertensi di Wilayah Puskesmas Sui Ambawang. Metode yang digunakan dalam pengkajian kasus ini adalah metode deskriptif, dengan pengamatan langsung, wawancara dengan klien, keluarga dan tim kesehatan, pemeriksaan fisik dan catatan medis. Pengaruh rebusan air ketumbar terhadap tekanan darah pada Tn. B diperoleh bahwa Tn. B dapat diaplikasikan dengan cara memberikan rebusan ar ketumbar secara bertahap. Setelah dilakukan selama 3 x 24 jam Tn. B merasakan adanya penurunan tekanan darah sistole dan diastole. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya bukti-bukti bahwa intervensi rebusan air ketumbar dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, terapi ini merupakan peluang besar untuk dioptimalkan manfaatnya oleh perawat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaanya, khususnya bagi penderita hipertensi dengan gangguan perfusi jaringan serebral. Kata kunci: Rebusan Air Ketumbar, Perfusi Jaringan Serebral, Hipertensi Kepustakaan: 23 literatur (2012-2021)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 01 Feb 2026 07:20 |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 07:20 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/378 |
