Thanti Setya, Tri (2022) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN HALUSINASI DENGAN PENERAPAN TERAPI MUSIK DI RUANG RAJAWALI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER, PENGESAHAN, PERSETUJUAN, ABSTRAK.pdf - Supplemental Material
Download (636kB)
BAB I_891211026.pdf - Published Version
Download (341kB)
BAB II_891211026.pdf - Published Version
Download (402kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (590kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (444kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (322kB)
DAFTAR PUSTAKA_891211026.pdf - Published Version
Download (197kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
KIAN TRI THANTI SETYA - REVISI II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (220kB)
Abstract
Bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak distimulasi terhadapreseptornya dikenal sebagai gangguan jiwa halusinasi. Akibatnya akan menyebabkan timbulnya respon maladaptif seperti mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan,perilaku kekerasan serta bunuh diri. Pemberian terapi musik memiliki efek menurunkantanda dan gejala halusinasi pendengaran, membuat pasien merasa nyaman, menurunkan kecemasan, mengurangi perilaku emosional dan dapat meningkatkan fungsi interpersonal. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Bagaimana Analisis Asuhan Keperawatan Pada Klien Halusinasi Dengan Penerapan Terapi Musik Di Ruang Rajawali Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2022. Metode Karya Ilmiah yaitu menganalisis asuhan keperawatan melalui Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi Keperawatan, Implementasi Keperawatan dan Evaluasi Keperawatan. Pasien yang diambil pada kasus berjumlah 1 orang yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Hasil pada kasus yaitu evaluasi dari tindakan keperawatan yang dilakukan selama 5 hari didapatkan hasil yaitu diagnosa Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran teratasi. Terapi Musik dapat menurunkan tanda dan gejala halusinasi ditandai dengan menurunnya skor Auditory Hallucination Rating Scale AHRS. Kesimpulan adalah Penerapan terapi non farmakologis yaitu terapi musik pada klien dengan halusinasi pendengaran dapat memberikan klien rasa tenang dan mengalihkan suara dari halusinasi dalam beberapa kesempatan. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Dan disarankan bagi keluarga untuk mendukung dan selalu mendampingi klien selama menjalani terapi dirumah. Daftar Bacaan Kata Kunci Keterangan : 42 (2012 – 2021) : Terapi Musik, Halusinasi Pendengaran : 1) Peneliti, 2) Pembimbing
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 01 Feb 2026 06:09 |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 06:09 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/368 |
