Prehatiwi, Yulli (2024) HUBUNGAN INTERNALIZED STIGMA DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB 1.pdf - Published Version
Download (282kB)
BAB 2.pdf - Published Version
Download (298kB)
BAB 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (430kB)
BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
BAB 6.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (167kB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (243kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
FILE LENGKAP TUGAS AKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa provinsi kalimantan barat pada tahun 2023 sebanyak 2.308 pasien. Data WHO Tahun 2016 menyatakan bahwa 35% dari total pasien dengan skizofrenia mengalami kekambuhan. Dari 2.308 pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa provinsi kalimantan barat terdapat 1.836 orang (79,55%) merupakan pasien dengan riwayat kekambuhan. Faktor penyebab pasien skizofrenia mengalami kekambuhan yaitu karena kurangnya dukungan keluarga dan adanya stigmatisasi dari masyarakat. Tujuan: Menganalisis hubungan internalized stigma dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling dan random sampling. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 311 orang dengan sampel 194 orang. Instrumen yang digunakan adalah data demografi untuk mengukur karakteristik responden dan kuesioner internalized stigma of mental illness invetory (ISMI-9). Hasil: Responden paling banyak menunjukkan adanya Internalized stigma sedang (39,2%) dan tingkat kekambuhan pasien terbanyak pada tingkat kekambuhan tinggi (42,8%). Hasil uji komparasi Chi-Square didapatkan nilai p 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif diterima yang berarti ada hubungan antara internalized stigma dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara internalized stigma dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci: Skizofrenia, Kekambuhan, Internalized Stigma
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 09:33 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 09:33 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/308 |
