Asida, Nur (2024) HUBUNGAN ANGKA KEJADIAN SKABIES DENGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER, PERSETUJUAN, PENGESAHAN, KATA PENGANTAR, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR SKEMA, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (364kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (164kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (282kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (311kB)
BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (125kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (367kB)
Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang: Skabies merupakan kondisi dermatologis yang paling sering terjadi pada pasien dengan gangguan jiwa. Skabies menimbulkan rasa gatal dan ketidaknyamanan sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara angka kejadian skabies dengan activity of daily living pada pasien skizofrenia. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 107 responden dengan cara pengambilan sampling yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Form Catatan Medis Deteksi Penyakit Skabies dan Kartz Index. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Karakteristik responden penelitian terbanyak pada kelomok umur 36-45 tahun (34,6%), jenis kelamin laki-laki (78,5%) dan tingkat pendidikan SD (31,8%). Angka Kejadian skabies didapatkan sebesar 51,4% dengan tingkat kemandirian tinggi (100%). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara angka kejadian skabies dengan activity of daily living pada pasien dengan gangguan jiwa (p>0,05), namun terdapat hubungan yang signifikan pada ADL domain mandi (p=0,001) dan berpakaian (p=0,000). Kesimpulan: Angka kejadian skabies tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan activity of daily living pada pasien gangguan jiwa. Rekomendasi: Upaya pencegahan dan pengobatan skabies serta peningkatan kemandirian pasien direkomendasikan untuk diterapkan pada asuhan keperawatan di rumah sakit jiwa. Kata Kunci: activity of daily living, gangguan jiwa, skabies Daftar Pustaka: 47 (1990-2023)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 09:23 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 09:23 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/276 |
