Anggreni Saputri, Mira (2025) HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KEMAMPUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
BAB I.pdf - Published Version
Download (260kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (395kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (421kB)
BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
COVER 2.pdf - Published Version
Download (419kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (222kB)
MIRA ANGGRENI SAPUTRI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (252kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif serta kemampuan pemenuhan kebutuhan Activity of Daily Living (ADL). Penurunan fungsi kognitif dapat menghambat kemandirian pasien dalam menjalankan ADL. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan ADL pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien skizofrenia rawat inap di 11 ruang rawat RSJ Provinsi Kalimantan Barat (n=326), dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Schizophrenia Cognition Rating Scale versi Indonesia (SCoRS-vI) untuk menilai fungsi kognitif, serta Lawton Instrumental Activities of Daily Living (IADL) untuk menilai kemampuan ADL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma (α = 0,05). Hasil: Mayoritas responden berusia rata-rata 34,93 tahun, berjenis kelamin laki-laki (83%), menjalani perawatan selama 1-3 bulan (77,4%), dan tidak mengenyam pendidikan formal (30,7%), tingkat fungsi kognitif sebagian besar berada pada kategori sedang (43,9%) dan kemampuan ADL mayoritas berada pada kategori mandiri (95,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara fungsi kognitif dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan ADL (p-value = 0,024; r = 0,684), yang berarti semakin baik fungsi kognitif pasien, semakin mandiri mereka dalam memenuhi kebutuhan ADL. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang bermakna antara fungsi kognitif dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan ADL pada pasien skizofrenia di RSJ Provinsi Kalimantan Barat. Saran: Peningkatan fungsi kognitif perlu menjadi fokus intervensi keperawatan untuk mendukung kemandirian pasien.
Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Activity of Daily Living, Skizofrenia
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 01:30 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 13:12 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/25 |
