Ika Nurul Aldania, Aprilia (2023) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA PONTIANAK. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
2. COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (566kB)
4. BAB I.pdf - Published Version
Download (2MB)
5. BAB II.pdf - Published Version
Download (4MB)
6. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (335kB)
9. BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (315kB)
8. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
7. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (436kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (1MB)
11. LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
12. LEMBAR KONSULTASI.pdf - Published Version
Download (154kB)
13. SKRIPSI LENGKAP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Diabetes melitus atau penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup. Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara angka kejadian sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Tingginya angka kejadian kencing manis disebabkan oleh faktor resiko kejadian kencing manis. Banyaknya faktor yang mempengaruhi diabetes melitus dapat memicu terjadinya diabetes melitus Tipe 2. pasien dengan kencing manis memiliki gangguan kualitas tidur. Penderita diabetes melitus memiliki gejala seperti, sering buang air kecil, haus berlebihan, nafsu makan meningkat, dan penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas. Hal inilah yang bisa menyebabkan gangguan tidur. Gangguan tidur adalah suatu kumpulan kondisi yang ditandai dengan gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur pada sesorang individu. Kualitas tidur yang buruk dan waktu tidur yang pendek dapat merusak penerapan gula ke dalam darah pada orang dewasa muda. Kualitas tidur yang baik berarti seseorang puas terhadap tidurnya sehingga tidak menunjukan perasaan lelah setelah tidur. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang dapat memperbaiki kondisi tidur penderita diabetes melitus. Jenis penelitian adalah kuantitatif, penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional Study dengan menggunakan pendekatan Case Control. Hasil : Berdasarkan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. hasil uji statistik diperoleh nilai P Value (0,000) <α (0,05). Berarti dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara nyeri dan stress yang mempengaruhi kualitas tidur pada penderita diabetes melitus di Kota Pontianak. Kata Kunci: faktor-faktor, kualitas tidur, penderita diabetes melitus.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 14:49 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 14:49 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/203 |
