Purnamasari, Dyah (2023) GAMBARAN TINGKAT BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X PONTIANAK. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
2. COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (287kB)
4. BAB I.pdf - Published Version
Download (138kB)
5. BAB II.pdf - Published Version
Download (208kB)
6. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
7. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (77kB)
8. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (95kB)
9. BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (58kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (120kB)
11. LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (944kB)
12. SKRIPSI LENGKAP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang : Perawat memberikan pelayananan 24 jam penuh dan terlibat secara langsung dengan pasien dan keluarga. Tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab perawat yang kompleks menyebabkan profesi perawat sangat beresiko untuk mengalami stress di tempat kerja. Dampak yang akan muncul dari stress yang berkepanjangan dalam bekerja ini akan mengakibatkan kejenuhan atau burnout syndrome. Burnout syndrome yang dialami oleh perawat akan menimbulkan respon perilaku yang tidak menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui gambaran tingkat burnout syndrome pada perawat di Rumah Sakit X . Metode : Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampling yaitu dengan teknik total sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 127 orang perawat di Rumah Sakit X yang bertugas di UGD, ICU, Rawat Inap, dan rawat jalan pengumpulan data burnout syndrome perawat dengan menggunakan kuiseoner Maslch Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI_HSS) dengan menggunakan google form. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukansebagian besar responden memiliki tingkat burnout syndrome kategori rendah yaitu 87 responden (68,5%) sedangkan sisanya berada pada tingkat burnout syndrome kategori sedang yaitu 40 responden (31,5%).pada dimensi burnout syndrome hasil nilai rata-rata kelelahan emosional sebesar 1,76 pada kategori sedang. Indikator Depersonalisasi memperoleh nilai rata-rata 1,50 serta indikator penurunan capaian diri memperoleh nilai rata-rata 1,46 masing-masing berada pada katagori rendah. menunjukan burnout syndrome terbanyak berada pada tingkat rendah pada semua kategori usia, begitu pula pada kategori jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, unit kerja dan tingkat perawat klinik. Untuk tingkat burnout syndrome kategori sedang juga dialami oleh responden di semua kategori. Namun perawat pada usia 41-51 tahun, unit kerja rawat jalan dan perawat PK 4 mengalami burnout syndrome kategori sedang lebih dari 50%. Kesimpulan : Dalam penelitian ini didapatkan sebagian besar responden mengalami kejadian burnout dalam kategori rendah. Kata kunci: Burnout Syndrome, faktor individu pada perawat, rawat inap, rawat
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:02 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 07:02 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/191 |
