Pratama Putra, Raju (2024) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI INOVASI TERAPI MENGGENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA TN. A DENGAN STROKE NON HEMORAGIK DIRUANG SHAFFIRE RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK. (KIA) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (622kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (300kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (973kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (769kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (417kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
DAPUS.pdf - Published Version
Download (295kB)
LEMBAR KONSUL.pdf - Published Version
Download (393kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
KIA_RAJU_PRATAMA_PUTRA_(Revisi)[1] (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Latar belakang: Stroke non hemoragik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Salah satu dampak stroke non hemoragik yaitu kelemahan otot yang apabila tidak ditangani segera maka akan menimbulkan kontraktur, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan mobilisasi, gangguan pemenuhan aktivitas sehari-hari dan kecacatan cara untuk meminimalkan dampak setelah serangan stroke salah satu nya yaitu terapi Range of Motion (ROM) berupa gerakan menggenggam atau mengepalkan tangan rapat-rapat yang diterapkan dalam latihan genggam bola karet merangsang peningkatan aktivitas kimiawi neoromuskuler dan muskuler. Hal ini akan merangsang serat saraf otot ekstermitas terutama saraf parasimpatis untuk memproduksi asetilcholin, sehingga muncul kontraksi. Tujuan: Mengetahuai hasil pemberian terapi genggam bola karet pada pasien stroke non gemoragik. Gambaran Umum Kasus Kelolaan: Pada tanggal 20 Juli 2024 pasien masuk rumah sakit di ruang shaffire Rumah Sakit Universits Tanjungpura Pontianak dengan diagnosa medis Stroke Non Hemoragik, klien berinisial Tn. A berusia 52 tahun, berjenis kelamin Laki-laki, lahir di Pontianak pada 18 Mei 1972 keluhan utama Klien mengatakan kesulitan menggerakkan tangan dan kaki kanan nya, Keadaan umum klien tampak lemah, Kesadaran Composmentis Klien tampak berbicara tidak jelas (pelo), jawaban yang di berikan oleh klien di jawab dalam waktu 10-15 detik atau bahkan kurang berespon, Hasil CT Scan infarc kapsula interna sinistra atrofi cerebri, klien tampak keterlambatan dalam merespon pertanyaan, klien sulit menelan saat di berikan air minum tampak tersedak, klien mengeluh tidak bisa tidur, klien di malam hari tampak tidak bisa tidur. Hasil Penerapan EBNP: Berdasarkan penerapan yang telah di lakukan pada Tn.A ini, penulis mengamati adanya kemajuan yang cukup signiflkan pasien. Pada hari ke-3, tangan kanan pasien sudah dapat digerakkan dan melakukan latihan genggam bola secara mandiri meskipun dengan keterbatasan. Meskipun latihan belum mencapai tingkat maksimal, perkembangan ini menunjukkan bahwa terapi dan ix latihan yang diberikan telah memberikan dampak positif dalam memulihkan mobilisasi tangan kanan klien. Kesimpulan: Tahap pengkajian ditemukan 5 diagnosa keperawatan pada Tn. A. dengan stroke non hemoragik adalah risiko perfusi serebral tidak efektif, , gangguan mobilitas fisik, gangguan menelan, gangguan pola tidur dan gangguan komunikasi verbal. Rekomendasi: diharapkan terapi genggam bola karet ini dapat dijadikan upaya penanganan pasien stroke non hemoragik untuk terapi non farmakologis Kata Kunci: stroke non hemoragik, Range of Motion (ROM), terapi genggam bola
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 17:19 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 17:19 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/555 |
