Nurmala, Siti (2021) HUBUNGAN STATUS BUDAYA DENGAN SELF CARE BEHAVIOUR PADA PENDERITA DIBETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA. (Skripsi) Thesis, Stikes Yarsi Pontianak.
2. COVER LENGKAP.pdf - Published Version
Download (369kB)
4. BAB I.pdf - Published Version
Download (304kB)
5. BAB II.pdf - Published Version
Download (293kB)
6. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (204kB)
7. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (242kB)
8. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (312kB)
9. BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (407kB)
11. LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
12. SKRIPSI LENGKAP.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit seumur hidup dimana tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan cara yang benar. Orang dengan DMT2 dikatakan memiliki resistensi insulin. Kadar gula darah puasa mencapai 126 mg/dl dan kadar gula darah dua jam puasa lebih dari 200 mg/dl. Masalah yang dialami oleh penderita DMT2 dapat diminimalkan, jika penderita memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk melakukan pengontrolan terhadap penyakitnya yaitu dengan cara melakukan self-care. Faktor budaya turut mempengaruhi keterampilan self-care penderita DMT2. Budaya berhubungan dengan gaya hidup. Gaya hidup yang dimaksud adalah seperti pola makan dan aktvitas fisik. Pola makan merupakan faktor risiko utama diabetes, faktor pendukung lainnya adalah ketidak aktifan secara fisik, semakin sedikit aktifitas fisik yang dilakukan maka akan semakin besar risiko untuk terkena DM khususnya DMT2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status budaya dengan self-care behaviour pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian: Desain menggunakan explanatory research dengan metode survey terhadap 46 penderita DMT2 di Puskesmas Sui Ambawang. Hasil Penelitian: Data menggunakan hasil rank spearman didapatkan nilai nilai asymp sig. (2 tailed) 0,000 lebih kecil dari tingkat alfa 5% (0,05) sehingga menolak ho, maka dapat disimpulkan ada hubungan status budaya dengan self-care behaviour pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kesimpulan: Status budaya ada hubuganya dengan self-care behaviour pada penderita DMT2 di Puskesmas Sui Ambawang. Harapanya penderita dapat merawat diri secara mandiri perawatan DMT2, serta tenaga kesehatan sebaiknya dapat meningkatkan penyuluhan rutin kepada masyarakat terutama penderita DMT2 baik secara individu ataupun kelompok demi menngoptimalkan kesehatan penderita. Kata Kunci: Status Budaya, Self-care Behaviour, Diabetes Melitus Tipe 2 Daftar Pustaka: 42 (2011-2021)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AI Indexes (General) |
| Depositing User: | Administrator Stikes Yarsi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 06:39 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 06:39 |
| URI: | https://eprints.stikesyarsi-pontianak.ac.id/id/eprint/188 |
